Friday, August 29, 2008

Ramadan Bulan Perubahan

Marhaban Ya Ramadhan.........


Bulan yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat Islam di dunia ini sebentar lagi akan tiba. Di Indonesia, pelaksanaan ibadah puasa di bulan Ramadan ini diperkirakan jatuh pada Senin, 1 September yang akan datang. Pelaksaan puasa tahun ini mungkin menjadi salah satu yang istimewa. Banyak yang meyakini bahwa umat Islam Indonesia akan mengawali ibadah puasa pada hari yang sama. Sebelumnya, melaksanakan awal ibadah puasa di hari yang sama itu sulit terwujud.

Keyakinan tersebut seperti yang dituturkan oleh Direktur Jenderal Bimbingan Islam Departemen Agama Nasaruddin Umar, bahwa dari berbagai metode hisab mengisyaratkan ketinggian bulan (hilal) pada tanggal 31 Agustus bertepatan dengan 28 Sya'ban, sudah di atas 5 derajat di Indonesia bagian Barat dan di atas 4 derajat di Indonesia bagian Timur. "Dengan demikian dapat diprediksi Insya Allah tahun ini kemungkinan umat Islam Indonesia akan memulai puasanya dalam waktu yang sama, yaitu bertepatan dengan tanggal 1 September 2008," tuturnya.

Setiap muslim yang benar-benar beriman kepada Allah dan Rasulnya pasti amat bergembira menyambut kedatangan bulan Ramadan Al-Mubarak pada setiap tahun. Wajah mereka akan terlihat cerah dan penuh rasa syukur saat mengetahui bahwa Allah masih memberinya kesempatan bertemu dengan bulan yang penuh berkah ini.

Meskipun demikian, hal yang paling penting dalam bulan Ramadan adalah bukan kapan awal puasa dimulai, melainkan bagaimana umat Islam mempersiapkan diri, mengisi dan memaknai bulan suci ini. Karena sesunguhnya, bulan penuh rahmah dan maghfirah ini sangat tepat untuk dijadikan momen melakukan perubahan. Hijrah dari hal-hal yang buruk menuju sesuatu yang lebih bermakna untuk kehidupan di dunia maupun akhirat kelak.

Memang pada dasarnya, perubahan itu adalah salah satu karakter manusia. tetapi perubahan manusia biasanya tidak pernah alamiah, kecuali perubahan secara fisik. Berbeda dengan perubahan terhadap alam semesta dan lingkungan yang nyaris selalu berubah secara alamiah. Perubahan terhadap alam tentunya disertai dengan batas-batas keseimbangan. Ada memang perubahan alam yang dipaksakan akibat ada campur tangan manusia, tetapi perubahan alam seperti ini malah sering membahayakan bagi kehidupan itu sendiri.

Sementara perubahan yang terjadi pada diri manusia jelas harus berdasarkan usaha dan daya upaya manusia itu sendiri. Seperti firman Allah dalam surat 13 ayat 11 yang dengan tegas mengatakan bahwa Allah tidak akan merubah suatu kaum sebelum kaum itu merubah dirinya sendir. Artinya, perubahan tidak akan terjadi kepada manusia atau bila diperluas kepada suatu negara bila tidak disertai upaya ke arah itu. Allah telah berjanji tidak akan melakukan perubahan kepada nasib suatu bangsa bila orang-orang di dalamnya sendiri tidak mau melakukan perubahan.

Perubahan yang terjadi pada manusia harus ditandai adanya perbedaan kualitas hidup, baik dari sisi ibadah maupun yang lainnya. Maka tidak ada salahnya kalau momen Ramadan ini dijadikan pintu menuju perubahan dalam arti sesungguhnya. Apalagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kerap mendengung-dengungkan isu perubahan. Selamat menyongsong bulan Ramadan. n


No comments: