Singapura | Jurnal Nasional
Sedikitnya 10 ribu Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) atau Pembantu Rumah Tangga (PRT) mengepung Keduataan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, kemarin (24/8). Para pekerja migran (domestic workers) ini bukan untuk berunjuk rasa, tetapi mengikuti peringatan hari kemerdekaan Indonesia ke-63 yang sengaja diadakan oleh KBRI.
“Setelah kami hitung, mereka yang datang jumlahnya lebih dari sepuluh ribu,” ujar First Sekretary KBRI Singapura Widya Rahmanto, kepada Jurnal Nasional.
Para PLRT yang datang dari berbagai penjuru negara Singapura ini memadati areal KBRI yang luasnya nyaris 4 hektare tersebut. Bahkan akibat tidak tertampung seluruhnya di area KBRI, mereka tumpah ruah hingga ke luar area KBRI dan memenuhi 7 Chastworth Rd, di mana KBRI berlokasi.
Sejak pukul 8 pagi waktu setempat, mereka mulai berdatangan baik secara bergerombol maupun sendiri. Bahkan tidak sedikit diantara mereka yang datang beserta majikannya. “Tuan dan nyonya saya pingin ikut. Katanya sekalian ingin tahu bagaimana peringatan hari kemerdekaan Indonesia di Singapura,” tutur Karsinah, PLRT asal Tegal, Jawa Tengah.
Selain memperingati hari kemerdekaan Indonesia, kesempatan itu juga digunakan KBRI untuk melakukan sosialisasi program-program kedutaan seperti Citizen Service yang sudah berlangsung satu tahun. Kesempatan itu juga digunakan KBRI untuk menghibur para tenaga kerja tersebut.
“Kami sengaja mengadakan kegiatan semacam ini tiap tahun. Selain sebagai upaya menjaga semangat nasionalisme mereka, kami manfaatkan juga utuk sosialisasi program, sekaligus menghibur mereka,” tutur Duta Besar RI Singapura Wardana.
Selepas acara seremonial hari kemerdekaan yang tidak lebih dari 30 menit itu, PLRT yang mayoritas kaum perempuan ini langsung dihibur oleh artis-artis nasional yang sengaja didatangkan dari Jakarta. Ihsan Idol, Wulan KDI, Benigno Aquino, Syahrul Gunawan, dan Nini Karlina saling bergantian membawakan lagu-lagu andalan yang ternyata mendapat sambutan luar biasa.
Sejak acara hiburan dimulai pukul 10 pagi hingga berakhir pukul 16.00 waktu setempat, mereka tidak beranjak sedikitpun dari area panggung hiburan. Bahkan ketika hujan deras mengguyur pun mereka tidak beringsut dari tempatnya. Layaknya menyaksikan konser musik, mereka pun terlihat sangat antusias mengikuti setiap lagu, berjingkrak-jingkrak sambil mengangkat tangan tinggi-tinggi. Malah tidak sedikit yang sampai histeris, hingga pingsan.
Untungnya panitia telah mengantisipasi berbagai kemungkinan. Para pekerja migran yang pingsan langsung ditandu dan mendapat perawatan dari tim medis Singapura yang sengaja didatangkan KBRI. Hebatnya, meski banyak teman-temannya yang pingsan kelelahan, mereka tetap semangat bernyanyi sambil bergoyang. “Soalnya kita kan jarang sekali dapat hiburan seperti ini. Paling cuma setahun sekali. Itu pun kalau dapat ijin dari nyonya,” kata Kamisah, dari Indramayu, Jawa Barat.
Selepas menyanyi, Ihsan Idol mengaku sangat bangga bisa menghibur kawan-kawan yang sedang mengadu nasib di negeri orang tersebut. “Sulit saya melukiskannya. Ini tahun kedua saya menghibur mereka, tetapi tetap saja excited. Luar biasa, saya terharu pada semangat mereka,” tuturnya. n
No comments:
Post a Comment